Jumat, 30 November 2012

suro dalam masyarakat jawa

Awal tahun atau datangnya tahun baru selalu disikapi secara beragam oleh semua orang.Ada yang cuek-cuek saja,ada yang merayakan secara besar-besaran atau semeriah mungkin bahkan sampai menghabiskan dana yang tidak kecil jumlahnya.Namun ada pula yang mencoba memaknai datangnya tahun baru dengan mencoba berintrospeksi diri,merenungi apa yang telah dilakukan dalam tahun sebelumnya kemudian mencoba mengevaluasi dan memperbaiki kekurangannya.
Demikian juga dalam tradisi masyarakat jawa pada umumnya,mereka sangat mensakralkan bulan suro.Berbagai aktifitas mereka lakukan pada bulan suro,terutama pada malam menjelang 1 suro.Ada yang diam di rumah tanpa aktifitas keseharian,ada yang datang ke tepi pantai,ada yang menaiki bukit atau gunung tertentu,ada yang berjalan kaki sambil diam,atau mengelilingi suatu area tertentu,ada yang berendam dalam air ,semua LAKU itu mereka lakukan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas diri mereka.
Dan bulan suro juga mreka anggap sebagi bulan yang orang berpantang untuk aktifitas-aktifitas tertentu,misal menyelenggarakan hajatan.Ada yang mengaitkan hal tersebut dengan kepercayaan mereka pada keberadaan Nyi Roro Kidul yang juga sedang menggelar hajatan pada bulan suro,ada yang mengaitkan dengan keberadaan Keraton yang biasanya juga menggelar hajatan khusus pada bulan itu,sehingga masyarakat ( kawulo ) berpantang untuk menggelar hajatan.
Demikian apa yang saya tulis sebatas apa yang saya ketahui dan rangkum dari apa yang saya lihat dan dengar dari masyarakat jawa.Sebagai orang jawa dan sangat menjunjung keluhuran budaya jawa,saya hanya bisa mengajak,mari kita perbaiki dan intropeksi apa yang kurang dalam diri kita masing-masing.Semoga bulan suro sebagai awal tahun membawa pada sikap ELING lan WASPODO......

amenangi jaman édan,
éwuhaya ing pambudi,
mélu ngédan nora tahan,
yén tan mélu anglakoni,
boya keduman mélik,
kaliren wekasanipun,
ndilalah kersa Allah,
begja-begjaning kang lali,
luwih begja kang éling klawan waspada.


Serat Kalatida
R.Ng. Ronggowarsito

Tidak ada komentar:

Posting Komentar